7 manfaat Teh Herbal

MATCHA

Apakah Anda menurunkan berat badan atau hanya ingin memiliki kesehatan yang lebih baik, teh herbal itu baik. Jika Anda menemukan air terlalu biasa untuk diminum, teh herbal adalah pengganti yang baik. Pastikan untuk minum setidaknya lima cangkir setiap hari untuk menikmati semua manfaat kesehatan. Ada banyak manfaat kesehatan untuk minum teh herbal tetapi di sini ada tujuh alasan mengapa Anda harus meminumnya:

1. Menurunkan Berat Badan
Kehilangan berat badan melalui teh herbal adalah topik yang sangat populer. Alasan mengapa teh dapat membantu penurunan berat badan terutama karena mereka dapat meningkatkan metabolisme tubuh Anda dan dengan demikian meningkatkan sistem kardiovaskular Anda, sirkulasi darah dan akhirnya menurunkan kadar kolesterol Anda. Dalam teh hijau ada sesuatu yang disebut antioksidan katekin dan penelitian menunjukkan bahwa mereka membantu membakar lemak.

2. Cegah Kanker
Tahukah Anda bahwa orang Jepang yang minum teh kurang rentan terhadap kanker paru-paru? Percaya atau tidak, teh herbal dapat menyembuhkan obat jantung alami resep dokter, stroke, dan bahkan mencegah kanker tertentu!

3. Cure Gangguan Perut
Jika Anda menderita gangguan perut, cobalah minum secangkir teh herbal setelah Anda selesai makan. Teh herbal dapat membantu perut Anda mencerna makanan dengan mudah dengan mengurangi asam.

4. Sistem Kekebalan Tubuh Lebih Baik.
Teh herbal dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda sehingga Anda tidak terserang flu atau penyakit paru-paru lainnya. Dengan sel-sel tubuh yang lebih kuat, tubuh Anda akan dapat meregenerasi dan memperbaiki sel-sel yang rusak lebih cepat.

5. Untuk Mengurangi Stres
Jika gaya hidup dan pekerjaan Anda membuat stres, mengapa tidak minum teh herbal? Ini sangat santai dan pasti efektif untuk mengurangi stres.

6. Tidur Lebih Baik Di Malam Hari
Teh herbal dapat membantu memicu tidur. Jika Anda kesulitan tidur di malam hari, cobalah minum teh herbal 30 menit sebelum tidur.

7. Lebih Sehat Dari Kopi
Teh herbal mengandung lebih sedikit kafein dan jelas merupakan alternatif yang baik bagi mereka yang cukup sadar kesehatan yang ingin mencegah kerusakan gigi. Tahukah Anda bahwa teh mengandung sejumlah kecil fluoride dan beberapa antibiotik tertentu yang dapat membantu mencegah penyakit gusi dan pembentukan plak?

Bisakah otak mengecil ?

Beberapa kebiasaan buruk bisa membuat proses tersebut terjadi lebih cepat, sehingga volume otak menyusut sejak masih muda. Hal-hal yang sering kali tidak di sadari oleh masyarakat modern saat ini yang bisa menyebabkan terjadinya Atrofi Cerebri atau otak mengecil. Beberapa kasus akibat stroke pendarahan otak.

herbal-alami-stroke

Masyakat modern saat ini menyepelekan waktu tidur dan juga kebiasaan merokok atau gaya hidup modern lainnya. Lambat laun kebiasaan ini pun menjadi semakin berbahaya bagi kesehatan tubuh dan otak. Otak dapat mengecil volume nya dan tubuh menjadi mudah terjangkit beragam penyakit.

Berdasarkan penelitian medis yang dilakukan oleh beberapa lembaga penelitian kesehatan seperti Healtmad, berikut adalah beberapa kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan volume otak menyusut.

  • Kebiasaan melewatkan sarapan
    Dari tiga waktu makan sesungguhnya sarapan adalah waktu makan yang paling penting. Karena dengan sarapan di pagi hari kadar gula darah terkontrol sehingga asupan yang dibutuhkan otak pun terpenuhi. Kadar gula yang tidak normal lama kelamaan akan membuat otak mengalami kekurangan nutrisi.
  • Tidak dapat mengontrol emosi atau Galak
    Kebiasaan buruk yang satu ini paling sering tidak disadari. Karena mungkin kita berpikir bahwa emosi tidak akan memberikan dampak pada organ tubuh lainnya. Faktanya emosi yang meledak-ledak bisa menyebabkan pengerasan dalam pembuluh darah. Jika pengerasan itu terjadi pada pembuluh darah otak. maka kemampuan otak akan menurun dan berdampak pada kesehatan bagian tubuh lainnya.
  • Merokok
    Kebiasaan merokok memang sudah sangat tidak di anjurkan. Bahkan dalam kemasannya pun sudah di sampaikan berbagai efek buruk dari rokok. Beragam penyakit degeneratif atau penyakit yang disebabkan oleh proses penuaan bisa semakin cepat terjadi akibat kandungan-kandungan racun di dalam rokok dan asapnya. Penyakit Alzheimer adalah salah satunya.
  • Terlalu banyak mengkonsumsi gula

Jika konsumsi gula di dalam tubuh terlalu banyak proses penyerapan protein dalam tubuh akan terganggu. Begitu pula dengan pertumbuhan otak.

  • Insomnia atau kurang tidur
    Otak pun butuh istirahat. Karena itu otak membutuhkan anda untuk mendapatkan kualitas tidur yang benar-benar baik setiap malamnya. Karena jika tidak dapat beristirahat dengan baik maka sel-sel otak bisa mengalami kerusakan. insomnia  dapat mempercepat osteoporosis atau pengapuran tulang.
  • Tidur dengan menutup kepala dengan bantal
    Kebiasaan menutupi kepala saat tidur bisa menghalangi terjadinya pertukaran udara. Dan secara langsung menghalangi bertukarnya gas buang karbon dioksida yang seharusnya kita buang saat bernapas malah kembali terhirup ke paru-paru. Ruangan untuk menampung oksigen akhirnya berkurang, sehingga tidak bisa didistribusikan dengan maksimal ke otak.
  • Terlalu banyak berpikir saat kondisi tubuh sedang tidak fit
    Selain saat tidur, otak juga perlu diistirahatkan saat tubuh sedang sakit. Memaksakan diri untuk berpikir keras saat sakit akan membuat otak bekerja makin tidak efisien dan akhirnya cepat rusak.
  • Jarang berbicara atau berkomunikasi dengan orang lain
    Percakapan yang cerdas dan berbobot sangat membantu perkembangan otak. Jika jarang digunakan untuk berdiskusi dan saling bertukar pikiran, maka otak akan tumpul dan sel-sel di dalamnya tidak berkembang.
  • Otak kurang rangsangan
    Seperti kata pepatah, otak ibarat pisau yang harus diasah terus menerus agar tidak tumpul. Menghafal kan sesuatu yang bermanfaat, Membaca buku, belajar dan mempelajari hal baru, Mengajar, Aktif dalam hal2 yg positif, merupakan beberapa contoh rangsangan untuk menjaga otak tetap tajam, sehingga lebih awet sampai lanjut usia.

Apa itu Autis

Autis adalah Gangguan Neurodevelopmental Otak.

Kondisi yang di tampakkan oleh penderita Autisme Spectrum Disorder atau Autis merupakan kumpulan dari berbagai gangguan pada neurodevelopmental yang di alaminya.

Secara keseluruhan bisa di simpulkan bahwa anak dengan autisme mengalami gangguan perkembangan kompleks yang disebabkan karena tidak seimbang atau ketidaknormalan struktur dan sel-sel biokomia di dalam otak.

tanda-autisme130301b
Terganggunya Mental dan Perilaku Akibat Autisme

Kelainan neurologis dan perkembangan yang dimulai sejak masa anak-anak dan bertahan bsia bertahan hingga seumur hidup biasa disebut dengan istilah medis Autism Spectrum Disorder. Atau lebih populer di masyarakat dengan autis. Penyakit ini tentu saja bisa memiliki pengaruh besar bagi anak dalam interaksi sosial, berkomunikasi secara verbal dan non verbal, dan juga perilaku.
Seorang anak dengan gangguan autisme akan mengalami kesulitan untuk mengerti dan paham apa yang dipikirkan dan dirasakan orang lain. Sehingga mereka biasnaya berada pada kondisi yang tidak normal untuk mengekspresikan diri baik dengan kata-kata, gerak tubuh, ekspresi wajah, dan sentuhan. Di samping itu penderita autis pun biasanya cenderung melakukan hal yang sama secara berulang-ulang juga memiliki ketertarikan yang sempit dan obsesif.

 

Bahaya Ketidaknormalan Perkembangan Otak

Ketidaknormalan perkembangan otak tentunya memberikan pengaruh besar terhadap perilaku dan kemampuan bersosialisasi penderitanya. Berikut ini adalah beberapa akibat ketidaknormalan perkembangan otak termasuk Autisme Spectrum Disorder.

Bipolar atau Mania Depresi

Penderitanya menjadi moody atau berubah suasana hatinya dengan cepat malah cenderung tiba-tiba. Kondisi ini jika dibiarkan terus dapat membuat anak mengalami depresi atau tertekan. Anak-anak dengan  gangguan ini bisa sangat bahagia lalu tiba-tiba menangis, energi yang mereka keluarkan pun cenderung berlebihan. Struktur otak dan kelainan genetik dianggap yang paling berperan penting menyebabkan Bipolar.

Autisme Spectrum Disorder atau Autis

Semakin banyak anak yang di diagnonis mengalami Autisme, namun hal ini sebaiknya membuat kita semakin sadar betapa pentingnya menjaga kesehatan dari awal. Menurut Centers for Disease Control and Prevention sebuah penelitian atau studi menyebutkan bahwa prevalensi autisme di dunia bisa terjadi sebanyak 1%. Hal ini berarti ada satu dari 100 anak di dunia ini yang memiliki kemungkinan menderita autisme. Masih dari hasil studi yang sama menyatakan bahwa Autisme merupakan penyakit yang lebih banyak menyerang anak laki-laki di bandingkan anak perempuan. Seorang anak laki-laki memiliki kemungkinan lima kali lebih mungkin terjangkit autisme daripada wanita.

Apakah Autis bisa disembuhkan ?  Pengujian telah dilakukan bahwa autis bisa di terapi biomedik dan metabolik agar membaik sehingga beberapa kasus , penderita menjadi lebih baik. Walau tidak bisa seperti anak lainnya namun bisa melakukan seperti normal.

Beberapa orang tua merasa khawatir jika memberi obat obat medis terus menerus akan menimbulkan efek samping. Para orang tua bisa melakukan alternatif lain dengan obat alternatif herbal autis yang memperbaiki metabolik dan biomedik tubuh.

Benjolan di Leher Tanda-tanda Penyakit Berbahaya

Pada jaman modern saat ini menjaga kesehatan sering di abaikan. Kemungkinan karena kesibukan dan juga banyaknya aktifitas yang menyita waktu. Sehingga perubahan-perubahan atau keluhan-keluhan kecil yang menjadi tanda dari tubuh seringkali tidak dianggap.

Siapa yang menyangka jika sebuah benjolan kecil pada bagian leher adalah tanda penting dari tubuh bahwa tubuh sedang dalam kondisi yang tidak baik. Pengabaian ini baru akan disadari jika keluhan semakin mengganggu aktifitas si penderita. Rupanya bahkan hanya benjolan di leher yang tidak terlalu mengganggu bagi sebagian orang rupanya bisa jadi tanda-tanda adanya penyakit yang berbahaya di dlam tubuh anda.

Penyakit-penyakit yang harus diwaspadai

Meski pun penyakit-penyakit yang akan di jelaskan ini gejalannya tidak cuma benjolan pada leher. Namun jika anda mengalami benjolan pada leher, berikut adalah penyakit-penyakit yang harus di waspadai.

  1. Tuberculosis (TBC)

Penyakit yang menakutkan ini adalah hasil dari infeksi bakteri Mycobacterium tubercolusis yang menyerang dan merusak sel-sel jaringan pada tubuh. Yang sering kali kita ketahui adalah penyakit ini menyerang paru-paru pasien. Namun faktanya bukan  hanya paru-paru namun juga tulang, kelenjar getah bening, sistem saraf pusat, jantung dan juga organ vital dalam tubuh lainnya.

Biasanya pasien akan mengalami demam yang berkepanjangan, batuk-batuk yang lama, kemudia nafsu makan menurun dan disertai juga dengan tiba-tiba muncul lah benjolan di beberapa bagian tubuh seperti leher, ketiak dan juga paha. Benjolan yang tampak itu bisa berkelompok atau terpencar dan juga dapat pecah dan mengeluarkan cairan seperti nanah. Sebaiknya jangan tunggu hingga kondisi pasien seperti demikian. Langsung hubungi dokter jika salah satu atau pun semua gejala gejala di atas di alami oleh pasien.

  1. Gangguan kelenjar getah bening

Sebenarnya ada lebih dari enam ratus kelenjar getah bening yang tersebar di dalam tubuh kita namun cuma beberapa yang bisa di rasakan dan di raba dengan tangan telanjang tanpa harus menggunakan alat-alat medis. Beberapa di antaranya adalah kelenjar getah bening yang terdapat di leher, ketiak, pangkal paha dan di bawah rahang.

Gangguan kelenjar getah bening sendiri disebabkan oleh beberapa hal yaitu infeksi pada kulit kepala, sinus, amandel, gusi, gigi atau jika kelenjar ludah. Kondisi tersebut terjadi bisa jadi disebabkan oleh virus dan bakteri. Namun yang paling di khawatirkan adalah jika gangguan  ini disebabkan oleh karena adanya sel kanker yang sedang berkembang.

  1. Cedera otot leher

Cedera otot atau yang lebih dikenal dengan otot ketarik atau kram ini merupakan kondisi yang sering di anggap sepele. Namun rupanya kram pada otot-otot dan juga tendon ini sebabkan oleh aktifitas berlebihan atau tekanan besar yang di alami oleh otot tersebut. Cedera otot pada leher sendiri sering disebut dengan tortikolis oleh dunia medis yang bisa menumbulkan benjolan pada otot-otot leher tersebut.

Kondisi ini terjadi karena adanya pergeserean tulang belakang daerah leher. Penyebabnya ada beragam, namun yang paling di takutkan adalah hal ini terjadi sebagai tanda bahwa terdapat tumor yang sedang berkembang di daerah tulang belakang. Untuk cedera otot leher tanpa indikasi penyakit lebih parah sebenarnya bisa diatasi dengan mudah yaitu dengan menggunakan penyangga leher.

  1. Struma

Selain ketiga penyakit di atas, benjolan di leher pun bisa disebabkan karena adanya pembesaran kelenjar gondok atau kelenjar tiroid. Dalam istilah medis penyakit ini disebut struma. Kondisi seperti ini disebabkan oleh auto imun, infeksi THT, tinggi dan rendahnya hormon yang dilepas oleh kelenjar.

Biasanya pembesaran yang disebabkan ketidakseimbangan hormon dapat mengecil dengan sendirinya, saat hormon itu jumlahnya kembali normal. Namun yang sangat ditakutkan adalah struma juga dapat disebabkan oleh adanya sel-sel yang pertumbuhannya abnormal. Bila setelah di lakukan tindakan lebih lanjut dan ternyata sel itu adalah tumor ganas biasanya benjolan malah cepat membesar maka harus segera diangkat.

  1. Alergi

Ada berbagai macam reaksi seseorang terhadap alergi yang di alaminya. Salah satunya adalah Seseorang yang alergi makanan tertentu dapat mengalami benjolan di lehernya. Benjolan tersebut akan terasa sakit bila disentuh, gatal, panas dan berwarna kemerahan.

Penggunaan obat anti alergi pun dapat di gunakan untuk mengecilkan gejala benjola atau pun sakit yang di alami si penderita. Namun untuk jangka waktu lama atau tidaknya benjolan ini tetap muncul  di leher tergantung dengan tingkat imunitas orang tersebut.

 

Rupanya ada beragam penyakit yang di tandai oleh benjolan di leher. Jadi jangan lagi remehkan kondisi ini ya. Periksakan diri ke ahlinya jika gejala semakin parah dan mengganggu.